Talas Beneng Diusulkan Jadi Produk Kebanggaan Pandeglang, DPKP Dampingi Proses Verifikasi Substantif DJKI

Pandeglang, Jurnalis Banten Bersatu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura turut memberikan pendampingan dalam rangkaian Pemeriksaan Substantif Indikasi Geografis (IG) terhadap komoditas unggulan daerah, Talas Beneng, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan krusial bagi upaya memperoleh pengakuan resmi atas kekayaan intelektual yang melekat pada produk khas daerah.

Proses verifikasi substantif dilakukan oleh tim dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI dan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual.

Turut hadir perwakilan Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Bank Indonesia, serta Perkumpulan Petani Talas Beneng Indonesia (Pertabernindo) selaku pihak yang mengajukan permohonan IG.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP memberikan pendampingan teknis, mencakup penjelasan mengenai pola budidaya, wilayah persebaran, serta ciri khas Talas Beneng yang menjadi landasan pengajuan Indikasi Geografis.

Tim pemeriksa menelaah seluruh aspek secara rinci, mulai dari kondisi agronomis, nilai sosial-ekonomi, hingga hubungan kualitas produk dengan karakter geografis Kabupaten Pandeglang.

Pemeriksaan ini diharapkan membuka jalan bagi pengakuan resmi Talas Beneng sebagai produk berlabel Indikasi Geografis. Status tersebut diyakini dapat memperkuat nilai ekonomi, mendorong daya saing, serta meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini berperan menjaga keberlanjutan komoditas khas daerah tersebut.

PLT Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar, menyampaikan apresiasinya terhadap proses tersebut.

“Pemeriksaan substantif ini merupakan momentum penting untuk memastikan Talas Beneng memperoleh pengakuan yang layak. Kami berharap penetapan IG dapat memperkuat posisi komoditas ini di pasar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Related posts
Tutup
Tutup