Pandeglang, Jurnalis Banten Bersatu — Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Gelar Pasar Tani dalam rangka memperingati HUT ke-54 KORPRI dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Alun-alun Pandeglang dan dipadati oleh masyarakat yang antusias mencari kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pelaksanaan GPM dan Pasar Tani ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, sekaligus menstabilkan harga komoditas strategis, terutama beras yang belakangan menjadi fokus pengendalian inflasi.
Berbagai produk kebutuhan pokok dihadirkan dalam kegiatan ini, di antaranya beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, aneka sayur-mayur segar, buah-buahan lokal, hingga minuman sehat hasil olahan kelompok tani dan UMKM pangan lokal.
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Pandeglang.
PLT Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah konkret pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang stabil. Kami berharap kehadiran pasar tani ini juga dapat memperkuat peran petani lokal dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah,” ujar Uun Junandar.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digalakkan secara berkala guna memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah dan Gelar Pasar Tani ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat, harga pangan tetap terkendali, serta perekonomian lokal semakin berkembang,” pungkasnya.





